umpama kan aku si bodoh
yang terlalu berahi untuk menggentel
tujuh warna yang dihujung depan
dan terus berkejaran memijak
setiap ketul nadi-nadi keras
dan akhirnya terus tertiarap di atas
besi-besi kehidupan yang kejam
yang tanpa rasa terus mengangkat
bilah-bilah momen terkebelakang
perlahan menikam aku
si bodoh yang terlalu berahi untuk menggentel
tujuh warna yang di hujung depan